click to enable zoom
Searching...
We didn't find any results
open map
View Roadmap Satellite Hybrid Terrain My Location Fullscreen Prev Next

Rp 0 to Rp 0

More Search Options
We found 0 results. View results
Advanced Search

Rp 0 to Rp 0

More Search Options
we found 0 results
Your search results

Rumah Sehat Untuk Lansia

Posted by Gita Adinda on June 16, 2019
| 0

Lansia merupakan manusia yang membutuhkan perhatian dan perawatan ekstra. Seperti halnya kita mengurus dan merawat bayi. Lantaran kekurangan kepekaan, kita sebagai manusia dewasa harus mengerti akan kebutuhan khusus untuk para lansia.

Selain kekurangan kepekaan, para lansia membutuhkan tempat yang akan membuat mereka merasa nyaman dan aman. Tentunya arti lain dari nyaman adalah kebahagiaan mereka.

Di sisi desain rumah, mereka membutuhkan beberapa modifikasi sederhana agar aktivitas lebih aman dan nyaman

1.Kamar Tidur

Kamar tidur merupakan bagian utama dalam rumah, dan biasanya kita banyak menghabiskan waktu didalam kamar tidur. Begitu juga untuk para lansia kita tetap harus membuat kamr mereka nyaman, salah satunya kamr lansia harus berada di lantai dasar.

Lantai yang Aman
Gunakan material lantai yang kesat dan tidak licin untuk mencegah lansia terpeleset dan terjatuh. Keramik yang licin bisa berbahaya dan mengakibatkan kecelakaan fatalBs

Lantai kayu (parket) atau karpet bisa menjadi pilihan yang tepat. Jika menggunakan karpet, hindari karpet tipis yang mudah bergeser, sehingga berpotensi membuat lansia terpeleset atau tersandung.

Perbanyak Pegangan
Lansia memerlukan banyak pegangan untuk menopang badan agar tak mudah jatuh, sekaligus mempermudah saat berdiri atau berjalan. Material yang bisa digunakan antara lain besi, plastik, dan kayu.

Hal terpenting adalah pegangan aman dan nyaman untuk digenggam. Sesuaikan penempatan pegangan dengan tinggi lansia.

Wainscoting, chair rail, dan hiasan lain yang berbentuk menonjol di dinding, atau rak yang menonjol juga dapat membantu keseimbangan para lansia, asal terpasang kokoh dan cukup tebal untuk digenggam.

Jenis dan Penataan Furnitur
Buat konsep ruangan yang lapang dan jangan menempatkan perabot atau furnitur terlalu banyak sehingga menyisakan lorong atau koridor sempit yang sulit dilewati. Pilihlah jenis furnitur yang kokoh namun ringan sehingga mudah digeser.

Desain Kamar Mandi
Kamar mandi atau toilet yang kerap basah dan licin merupakan lokasi paling rawan bagi para lansia. Ada banyak kasus lansia terpeleset di kamar mandi dan mengalami cedera hingga meninggal dunia.B

Untuk itu, lapisi lantai dengan material bertekstur yang mampu mengurangi licin, pasang juga pegangan (handle) di beberapa titik seperti di dekat kloset, shower, dan bath tub.

Tangga yang Aman
Selain kamar mandi, tangga juga merupakan tempat yang perlu perhatian ekstra. Untuk memudahkan lansia, buat pegangan (handrail) di kedua sisi tangga, atau setidaknya ada di salah satu sisi.

Sebaiknya, sisi tepi anak tangga dibuat terlihat jelas—misalnya dengan memberikan garis aksen—sehingga memudahkan lansia melangkah.

Pencahayaan yang Cukup
Semua ruangan di dalam rumah sebaiknya memiliki pencahayaan cukup. Dengan demikian, kemungkinan para lansia terjatuh atau terbentur bisa dikurangi.

Tak hanya di ruang-ruang, area koridor dan tangga juga perlu mendapatkan pencahayaan cukup. Untuk mengurangi cahaya yang terlalu silau dan menciptakan bayangan pekat, gunakan pencahayaan tidak langsung.

Peranti Listrik
Terkadang para lansia sulit untuk memasang peranti listrik, lantaran stop kontak terlalu rendah. Untuk itu, letakkan colokan listrik dengan jarak 50 – 70 cm dari lantai sehingga para lansia tidak perlu terlalu membungkuk untuk mengaksesnya.B

Penggunaan sakelar dua arah sangat bermanfaat, terutama di kamar tidur. Misalnya, para lansia dapat menyalakan lampu saat memasuki pintu kamar dan mematikannya dari samping tempat tidur.

Penggunaan Teknologi Canggih
Di era digital ini, perlu dipertimbangkan penggunaan perangkat yang didukung teknologi canggih untuk memfasilitasi rumah lansia. Misalnya, mekanisme kunci pintu depan, pencahayaan, atau termostat yang dapat dikontrol dengan gawai pintar.

Meskipun demikian, pelajari pula cara pemeliharaan dan kemungkinan risiko terkait dengan malafungsi. Pertimbangkan pula, apakah peranti ini dapat dioperasikan pada perangkat berlayar lebih besar, seperti tablet. Pasalnya, ikon-ikon yang ditampilkan mungkin terlalu kecil bagi lansia jika melakukan navigasi di layar ponsel.

Kunjungi http://www.kabarrumah.co.id 

Anto Erawan

anto.erawan@rumahhokie.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Compare Listings

WhatsApp WhatsApp us